05 Juni 2009

Rencana Pengadaan Kantor Sekretariat

Beberapa hari lalu (29/05/2009), saya dengan beberapa orang kawan seperti biasa beraudiensi (demikian saya sebut untuk mengistilahi berkumpulnya kami dengan kata tersebut karena memang dalam berkumpul kami lebih sering saling mendengarkan satu sama lain-red) di tempat usaha kawan bernama Herizal Harahap di bilangan Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Mulanya audiensi berjalan seperti biasa, yang kali ini membahas tentang human trafficing terutama pada issue children trafficing. Kami membahas betapa rawan kasus-kasus penculikan anak dengan modus yang semakin berkembang setiap saat pada setiap kasusnya, dimana anak yang diculik akan dijual ke luar negeri, bila kurang diminati di luar maka akan dijual di dalam negeri, bila masih tidak diminati juga maka terakhir akan dijual pada sindikat jalanan guna dijadikan pengemis atau disewakan kepada pengemis dewasa sebagai pelengkap ‘atribut’ mengemisnya. Siapa sih yang tidak akan iba melihat seorang ibu yang mengendong anaknya di tepi jalan menadahkan tangan dengan prakata belum makan seharian? Padahal menurut pengalaman seorang kawan bila kita sambangi ibu itu pada keesokan hari atau lusa harinya maka kita akan mendapati dia mengendong anak yang lain berbeda dari hari ini. Pengalaman kawan yang tidak sepenuhnya dapat dijadikan generalisasi pengemis yang membawa anak, tapi itulah fakta yang ia saksikan.

Di sela pertemuan tersebut, lalu tiba-tiba terpikir bersama oleh kami, sampai kapan kami akan menyingahi tempat usaha kawan tersebut ini untuk “merepotkannya” sesaat, walau sesungguhnya dia tidak pernah mengeluh baik secara terang-terangan maupun secara diam-diam atas kebiasaan kami beraudiensi di tempat usahanya. Kemudian terpikir juga bila ada simpati dari masyarakat atas kegiatan kami ke depannya, baik secara moril maupun materil, kemana masyarakat akan menemui kami untuk selanjutnya tentu beraudiensi bersama.

Mandiri...
Kami harus mandiri.

Tanpa memperpanjang pembahasan, berangkatlah beberapa orang dari kami berputar di wilayah sekitar Pasar Minggu ini yang tidak lain bertujuan mencari tempat atau ruang kosong yang mungkin disewakan atau dikontrakan. Benar-benar usaha dadakan dan nekat.

Sekian lama berkeliling, ada 2 (dua) tempat yang cocok dan relatif memadai untuk kemudian akan kami jadikan Sekretariat Bersama (Sekber). Istilah Sekber dipakai tidak ada hubungannya dengan pengertian Sekber zaman parpol orde baru dahulu, melainkan bermaksud mengedepankan kata kebersamaannya dalam tanggungjawab atas mekanisme kantor sekretaraiat nantinya. Letaknya di Jalan Nangka Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa Jakarta Selatan.

Ruangan itu berbentuk rumah dengan dua ruangan kecil dan satu kamar kecil. Berteras lepas bisa untuk parkir motor kami plus ruang dalam yang cukup untuk duduk berdiskusi. Harga sewanya adalah Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) pertahunnya.

Di tempat yang jauh dari kata mewah ini, kami berencana akan memulai perjuangan dengan sepenuh hati. Sekeping demi sekeping kami kumpulkan, “Biarlah Setetes Tapi Bening”, demikian kata saya menyemangati kawan-kawan. Namun itu belumlah cukup.

Diantara kami belum ada yang mapan membiayai perjuangan ini, memang tidak seimbang dengan kemapanan tekad di lubuk hati kami. Terlintas di benak hendak menghubungi beberapa elite diatas sana guna mensponsori wadah ini, tapi kami surutkan niat itu karena khawatir akan jadi kendaraan politiknya di kemudian hari. Menghubungi pengusaha relasi kami pun ragu, cemas akan jadi hutang budi yang kelak tak akan sanggup kami pulangkan.

Oleh karenanya kami titpkan harapan di media ini semoga ada diantara anda berkenan membantu, juga dengan kepingan yang sama dengan yang kami miliki ini. Demi cita-cita ini, kami menanti bantuan anda yang dapat diberikan dengan cara sebagai berikut :

Wesel Pos dan/atau bantuan langsung (berupa barang atau peralatan & perlengkapan kantor) melalui :

Rekan Herizal Harahap,
d/a
Dayang Production,
Jl. Poltangan Raya Jakarta Selatan,
(Depan Alfamart Swadaya Poltangan)
Jakarta
(Konfirmasi : 021-32612616)

atau,

Transfer bank melalui :

BCA
No. Rek. : 5470244633
atas nama : Rekan Moh. Aqil Ali, SH.
(Konfirmasi : 08151616452)

Segala bentuk sumbangsih anda akan sangat kami hargai dan akan dimanfaatkan dengan sebenar-benarnya. Tidak dapat memberikan bantuan materil ?, maka kami harap bantuan tenaga, pemikiran dan semangat sebagai bagian dari wadah ini guna sama-sama akan ikut menegakkan tujuan “Masyarakat Keadilan Jakarta” (Jakarta Justice Society) ini. Mari bergabunglah bersama kami. Silahkan menghubungi kami sebagaimana tersebut diatas.

Demi cita-cita : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas partisipasi anda. Komentar yang memberi semangat dan membangun akan sangat kami hargai. Sikses selalu untuk anda dan keluarga.